Anzoes’s Weblog

Membaca itu baik tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menulis agar dibaca orang lain, berbagi.

Anakku Ingin Merdeka

Ditulis oleh anzoes di/pada Agustus 20, 2008

Serta merta saya menyatakan ketidaksetujuan saya dan istri saya bahkan setengah berteriak tidak setuju dengan permintaan anak kami Andre, besok sehabis upacara 17-an di sekolah akan mengadakan konvoi sepeda motor dengan teman-teman sekolah., pastilah konvoi keliling kota Pekanbaru. Tapi demi melihat wajahnya yang langsung mengkerut dan kecewa saya dan istri saling menatap, diam dan khawatir. Bagaimana Andre yang tidak pernah menyentuh sepeda motor ini ikut-ikutan konvoi sepeda motor walaupun dibonceng tetap saja muncul kekhawatiran.

Saya teringat konvoi anak-anak sekolah sehabis pengumuman kelulusan dengan gaya bak pembalap menguasai jalanan kota dengan suara knalpot yang nyaring dan bising dan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara lain. Sekelebat pikiran saya teringat lagi dengan anak teman sekantor yang tidak pernah berdiri di angkot yang penuh penumpang, sekali berdiri bersama teman-teman sekelas malah terjatuh dari angkot dan tewas beberapa jam kemudian. Dan Andre si kutu buku yang tidak pernah naik sepeda motor mau ikut konvoi ? Nggak boleh !

“Ngapain saya ikut Paskibra kalo nggak bisa ikut konvoi ?”
“Cewek aja ikut konvoi, malulah kalo nggak ikut “ keluh Andre dengan nada kecewa.
Andre memang terpilih di sekolah SMU nya sebagai salah satu anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) pada saat merayakan 17 Agustus di sekolahnya dan selama hampir sebulan terakhir ini rutin latihan tiap hari. Dan itulah, mereka sepakat setelah selesai bertugas mengibarkan bendera akan ramai-ramai konvoi dengan pakaian seragam Paskibranya, melepaskan ketegangan dan semacam acara syukuran. Cewek, cowok dan senioran yang selama sebulan melatih baris berbaris juga ikut konvoi.

Lha, mau ngomong apa lagi. Saya membayangkan posisi saya sebagai Andre tentu merasa malu dan kecewa kalau nggak ikut konvoi. Bukan konvoinya itu yang penting tapi rasa kebersamaan yang telah dibina selama sebulan terakhir ingin dituntaskan dan diperlihatkan kepada orang lain sebagai kebanggaan pribadi dan kelompok. Apalagi konvoi dengan seragam kebanggaan Paskibra, baju putih dengan pin, celana putih, sarung tangan, sepatu PDH hitam dan kain merah melilit di leher…wooww keren… . Andre sama rupanya dengan bapaknya sewaktu muda, pingin tampil gagah, keren. Tapi bapaknya yang hampir celaka beberapa kali karena bawa sepeda motor semasa mudanya janganlah terjadi lagi sama Andre. Berdiri bulu roma membayangkan masa muda dengan sepeda motor itu.

Saya beri isyarat sebagai tanda setuju kepada istri yang juga langsung setuju dan memberi nasihat-nasihat cara naik boncengan sepeda motor yang aman, pakai helm, dan lain sebagainya. Andre pun semangat mengemas persiapan kebutuhan upacara besok, sepatu sudah disemir, baju dan celana putih sudah disetrika, peci, sarung tangan dan kain merah. Semuanya diletakkan di kursi di ruang tengah, besok pagi harus berangkat lebih pagi karena jam 05.00 Wib harus sudah sampai di sekolah dengan pakaian seragam lengkap. Untungnya listrik PLN lagi mati sehingga tidak menggoda Andre untuk menonton TV atau buka internet speedy, tidurpun bisa lebih cepat.

Merdeka Andre !
Merdeka anakku !

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>