Jembatan Leighton, Riwayatmu Kini
Ditulis oleh anzoes di/pada September 3, 2008
Orang Pekanbaru pasti tahu jembatan Leighton, itu lho.. jembatan yang berada di atas sungai Siak dan menghubungkan Pekanbaru dan Rumbai—kadang disebut juga jembatan Siak. Orang Pekanbaru lebih gampangnya selalu menyebut jembatan Leton. Dari ujung ke ujung membentang sepanjang 350 meter.
Jembatan ini merupakan sumbangan dari perusahaan Caltex (sekarang Chevron) dibangun oleh PT. Leighton Indonesia Construction Company dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 April 1977. Jembatan dirancang untuk tahan selama 50 tahun dan saat ini umurnya sudah lebih 31 tahun. Berarti 19 tahun lagi bisa masuk kategori cagar budaya atau mau dirubuhkan ?
Karena adanya keretakan disana sini dan kondisinya dinilai mengkhawatirkan maka pada tahun 1993 dinas PU mengusulkan agar jembatan ini ditutup saja tapi tidak terealisasi karena belum ada jembatan pengganti. Dan demi keamanan 5 tahun terakhir ini dibangun portal di kedua ujung jembatan untuk menghalangi kenderaan besar melintasi jembatan. Yang bisa melintasi jembatan adalah kategori minibus, mobil pribadi dan kenderaan roda 2, tentu saja juga kenderaan roda 3. Kalau mau jalan kaki juga boleh, ada jalurnya.
Tidak tertutup kemungkinan apabila kondisi jembatan makin dianggap berbahaya maka ketinggian portal makin diturunkan dan semua kenderaan roda 4 tidak boleh melintas.
Tidak apa-apa– yang penting aman, tapi jembatan penggantinya mana ? Hehehehe……………………
@anz
Entri ini dituliskan pada September 3, 2008 pada 1:59 am dan disimpan dalam Properti. Bertanda: Add new tag, jembatan, leighton, pekanbaru. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
ino berkata
Mantap bos, saya sendiri sebagai orrang pbr kurang ngerti juga sejarahnya….hehe.
lanjutkan investigasi ke objek lainnya.
anzoes berkata
Lha, obyek lainnya apa lagi ya ?
syaiful berkata
kunjungan perdana. salam kenal ya
Binton Nadapdap berkata
pemda setempat harus berusaha mencari pengganti sumbangan pt caltex itu,pemda carilah donatur,atau APBD atau lain2 tapi jangan jadi tambang korupsi baru buat pemda setempat,saya kira jembatn ini vital untuk kepentingan masyarakat secara bisnis,cari solusilah sebelum ambruk,jangan bertindak setelah rubuh,atau setelah ada korban jiwa.
salam
binton nadapdap
anzoes berkata
Mdh2an ada orang Pemda baca usulan pak Nadapdap ini.