“Bapak pendukung Protap ya ?” tanya seorang teman kepada saya pada suatu kesempatan ngobrol di dalam rumah. Ya namanya ngobrol bisa membahas apa saja termasuk isu-isu yang sedang hangat diberitakan di massmedia, salah satunya tentang demo berujung maut di kantor DPRD Sumut di Medan. Berita tentang demo maut di DPRD Sumut itu memang lagi hangat-hangatnya diulas di massmedia baik cetak maupun TV.
Pertanyaan teman ini sepertinya sah-sah saja dialamatkan kepada saya, keturunan batak yang juga dilahirkan dan besar di tano batak (tanah batak). Pastilah si teman tadi sudah berkesimpulan dalam hatinya bahwa saya pasti pendukung Protap dan si teman butuh penegasan. Sama dengan saya yang berkesimpulan bahwa si teman dari nadanya bertanya sama sekali tidak peduli dengan ada atau tidak adanya Protap. Apalagi memang si teman tidak memiliki silsilah keturunan batak. Baca entri selengkapnya »